Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang ~ Contohsurat16.com. Selamat siang para sahabat pencari contoh format surat. Contoh surat apa sedang Anda cari kali ini? Apakah contoh surat perjanjian jual beli tanah? Jika iya, ssilahkan langsung menuju postingan tersebut. Namun jika bukan itu, pasti Anda sedang mencari contoh surat perjanjian hutang piutang. Ya, saya tahu karena Anda berada disini untuk itu. Maka dari itu, jika memang Anda membutuhkan informasi berkenaan dengan surat perjanjian hutang piutang ini, teruslah simak halaman ini sampai selesai, karena pada halaman ini saya akan menjelasakan sedikit tentang apa itu surat perjanjian hutang piutang berikut dengan contohnya.

Pengertian Surat Perjanjian Hutang Piutang

Surat perjanjian hutang piutang adalah surat yang dibuat antara para pihak yang berhutang dengan pemberi hutang. Dengan adanya surat perjanjian ini maka akan mengikat kedua belah pihak agar memenuhi kewajiban/prestasi yang sebelumnya sudah ditentukan dalam surat perjanjian hutang piutang tersebut. Secara hukum, hutang piutang menjadi sah apabila dibuat suatu perjanjian tertulis atau lisan yang disertai dengan saksi. Namun alangkah baiknya jika sebuah perjanjian dibuat secara tertulis, sehingga bisa dijadikan alat bukti jika suatu waktu terjadi perselisihan.

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang

Membuat surat perjanjian hutang piutang sebenarnya tidaklah sulit, namun meskipun begitu, Anda tetap membutuhkan referensi dalam menyusun surat tersebut sehingga bisa menghasilkan sebuah surat perjanjian hutang piutang yang baik dan benar. Ada beberapa hal pokok yang harus dimuat dalam surat perjanjian hutang piutang, yaitu :

1. Tempat dan tanggal surat
2. Identitas kedua belah pihak, yang meliputi:
    a. Nama
    b. Umur
    c. Pekerjaan
    d. Alamat
3. Poin-poin pengikat kedua belah pihak, yang meliputi:
    a. Jumlah hutang
    b. Barang jaminan
    c. Jangka waktu pelunasan
    d. Konsekuensi yang akan diberikan jika hutang tidak dibayar
4. Tanda tangan kedua belah pihak
5. Tanda Tangan saksi-saksi

Gambar Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang
 
Dari uraian singkat di atas, saya yakin Anda sudah mempunyai gambaran bagaimana format surat perjanjian hutang piutang yang baik dan benar. Namun untuk lebih jelasnya, mari kita simak sama-sama contoh di bawah ini.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Sederhana

Pada hari ini Senin Tanggal Satu Februari Tahun Dua Ribu Enam Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Utang Piutang sebagai berikut :

Nama          :  Kurniadi
Umur          :  30 Tahun
Pekerjaan  :  Buruh Pabrik
Alamat       :  Jln. Rahmat Darmawan No. 09
Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama          : Jufri
Umur          :  35 Tahun
Pekerjaan  :  Wiraswasta
Alamat       :  Jln. Abu Bakar No. 33
Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Maka dengan surat perjanjian ini, Kedua Belah Pihak sepakat dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tercantum di bawah ini :

1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp. 50.000.000 [lima puluh juta rupiah] dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.

2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yaitu ....….................…., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.

3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA selama tenggang waktu selama 6 [enam] bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.

4. Jika dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutangnya, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.

5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 [dua] Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, baik untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa paksaan dari Pihak manapun di Medan pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA,                                                                                  PIHAK KEDUA,


Kurniadi                                                                                                             Jufri

Saksi-saksi :

NAMA                               TANDA TANGAN
1. M. Arifin                        .......................
2. Haikal                             .......................
3. Razali                             .......................
4. Nurhayati                      .......................

Contoh Surat Hutang Piutang Perorangan Tanpa Jaminan

Pada hari ini, Sabtu 06 Februari 2016. Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama          : Sunarji
Pekerjaan   : Petani
Alamat        : Jl. Sudarmadji No. 08 Medan
No. KTP      : xxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama         : Bukhari
Pekerjaan   : Wiraswasta
Alamat       : Jl. Malikussalah No. 22 Medan
No. KTP     : xxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa pada 06 Februari 2016, PIHAK PERTAMA telah mengajukan Hutang sebesar Rp. 2.000.000 [dua juta rupiah] kepada PIHAK KEDUA.

2. Bahwa atas pengajuan PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA telah menyetujui untuk meminjamkan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000 [dua juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA pada 06 Februari 2016.

3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa pembayaran Hutang oleh PIHAK PERTAMA dilakukan dengan cicilan kepada PIHAK KEDUA sebanyak Rp. 200.000 [dua ratus ribu rupiah) setiap bulan selama 10 bulan, yang dimulai pada bulan Maret 2016 dan berakhir pada bulan Desember 2016.

4. Perjanjian hutang piutang ini dibuat rangkap dua, bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani oleh Para Pihak.

5. Mengenai hal-hal yang belum dituangkan dalam perjanjian ini, maka akan diatur kemudian dengan addendum-addendum baru sesuai kesepakatan para pihak.

Demikian surat perjanjian ini dibuat, agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Medan, 06 Februari 2016
PIHAK PERTAMA,                                                                                  PIHAK KEDUA,


      Sunarji                                                                                                        Bukhari

Demikianlah 2 contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa saya hadirkan kedepan Sahabat semua pada kesempatan yang berbahagia ini. Semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi Anda sehingga dapat menghasilkan sebuah surat perjanjian hutang piutang yang baik dan benar. Kedua contoh di atas berbeda, jadi silahkan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dan jika bermanfaat, alangkah senangnya saya apabila Sahabat semua mau menyediakan waktu sebentar untuk like dan share kepada teman-teman yang lain melalui tombol di bawah ini. Mari simak juga contoh surat izin usaha perdagangan (SIUP). Barangkali surat tersebut juga berguna bagi Anda sekalian. Terima kasih telah mampir dan salam sukses dari www.contohsurat16.com.

Mau Berlangganan Gratis Contoh Surat Terbaru Dari Kami?